Didukung Ridwan Kamil, MUJ dan PGN Mantapkan Kerjasama Jargas Rumah Tangga

BANDUNG- PT Migas Utama Jabar (MUJ) dan PT Pertamina Gas Negara (PGN) segera memantapkan rencana kerjasama pembangunan jaringan gas (Jargas) rumah tangga di Jawa Barat, yang akan diawali dengan Kerjasama pengelolaan jargas di wilayah Bogor, Depok, Bekasi dan Bandung Raya.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, kerjasama ini merupakan bentuk upaya pihaknya mencari solusi pemenuhan energi bersih di Jawa Barat. Pihaknya berharap MUJ dan PGN bisa menjalankan dengan mengedepankan layanan publik dalam kerjasama ini.

“Kita semua satu tim PGN dan MUJ adalah satu tim dengan semangat yang sama ingin membangun negeri Indonesia. PGN dan MUJ harus memandang program Jargas sebagai Public Service Obligation. Dengan demikian, proses pembahasan bisa mengedepankan sinergi bersama dan “sehati”, mengutamakan kepentingan masyarakat, dan tidak hanya dipandang secara B to B murni. Atas nama Pancasila yang diamanahkan pada sila kelima, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan terkait untuk mencari solusi bersama untuk memeratakan kekayaan gas negeri agar dapat digunakan oleh masyarakat lebih luas,” kata pria yang akrab disapa Kang Emil usai audiensi rencana kerja sama belum lama ini di Bekasi, Jawa Barat.

Ridwan Kamil berpesan agar MUJ dan PGN membentuk sinergi yang kuat dalam kerjasama tersebut. Pria yang juga diamanahkan sebagai Ketua Umum Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) juga meminta rencana strategis disusun dan dipersiapkan dengan matang.

“Ini sudah dream team, mentalnya harus dipersiapkan. Kita harus membuat persiapan yang realistis. Saya restui pernikahan ini,” ujarnya.

Anggota Komite BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan, dengan jumlah populasi sebanyak 50 juta masyarakat, Jawa Barat sangat layak menggunakan jaringan gas untuk kebutuhan rumah tangganya. Pihaknyapun mendorong MUJ dan PGN membangun kerja sama untuk percepatan pembangunan jaringan gas di Jawa Barat.

Direktur Utama PT MUJ Begin Troys mengatakan, kerjasama kedua belah pihak sudah diikat HoA pada Oktober 2021 lalu. Pihaknya terus menindaklanjuti kerjasama usai mendapatkan dukungan penuh dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil. “Pak Gubernur sudah memberikan arahan dan dukungan langsung. Beliau menekankan kerjasama ini harus lebih mengedepankan public-service sebagai bagian dari solusi pemenuhan kebutuhan energi bagi masyarakat,” katanya.

Menurutnya pembangunan Jargas rencananya akan dimulai di area Bogor, Depok, Bekasi, serta Bandung Raya lewat model baru kerjasama BUMN dan BUMD. Lewat kerjasama ini MUJ berpotensi menggarap peluang pembangunan jargas Jawa Barat yang lebih luas. Terlebih, APBN menargetkan PGN untuk membangun 1 juta sambungan gas. “Kerjasama ini akan mempercepat pembangunan jaringan gas ke rumah tangga,” katanya.

Melalui komunikasi intensif antara MUJ dengan PGN, Begin menyakini Kerjasama ini akan mendorong percepatan target Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Jawa Barat pada tahun 2025 yakni pembangunan infrastruktur jaringan gas sebanyak 235 ribu Sambungan Rumah (SR). Hingga tahun 2021 telah terpasang 65.145 SR namun masih terdapat 173.550 SR yang belum terpasang Jargas di 20 Kota atau Kabupaten di Jawa Barat.

“Ini baru hitungan angka, kami belum bergerak ke aspek komersial, 100 ribuan baru asumsi, tapi ini sesuai dengan harapan Pak Gubernur Ridwan Kamil untuk percepatan jaringan gas rumah tangga,” tutur Begin.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Sales dan Operasi PGN Fariz Aziz mengatakan pihaknya sudah siap untuk bersinergi bersama MUJ menggarap jargas. “Kami sangat gembira dan siap untuk sinergi dengan MUJ. Jargas program besar dari Pemerintah yang juga Nawacita dari Presiden Jokowi. Kami menggunakan dana APBN maupun investasi Badan Usaha sebanyak 114.943 SR dengan total penyaluran sebesar 1,81 BBTUD,” katanya.

Menurutnya target empat juta sambungan yang diamanatkan di RPJMN 2020-2024 menuntut pihaknya untuk bersinergi dengan BUMD. “Ini opportunity yang bisa dilakukan dengan MUJ. Kami harus bersinergi dengan BUMD untuk mengembangkan energi di wilayah masing-masing,” terangnya.

Dengan jargas, pihaknya menyakini masyarakat akan bisa mendapatkan akses energi lebih murah dan mudah. Pembangunan jargas juga diyakini bisa membentuk kemandirian energi dan mengurangi impor gas untuk LPG 12 kilogram.

PGN berkomitmen untuk terus mengembangkan Jargas Rumah Tangga di Jawa Barat hingga tahun 2024 mencapai 472.032 Sambungan Rumah Tangga di 11 kabupaten atau kota antara lain Bekasi, Bogor, Depok, Bandung, Bandung Barat, Kuningan, Cirebon, Majalengka dan Indramayu.