Jakarta (ANTARA) – Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Komersialisasi dan Transportasi Minyak dan Gas Bumi Satya Hangga Yudha Widya Putra menilai penguatan infrastruktur gas bumi di wilayah Jawa Barat, akan menjadi motor penggerak ekonomi nasional.
“Penguatan infrastruktur gas di Jawa Barat akan menjadi motor penggerak ekonomi yang vital, mengingat posisi provinsi tersebut sebagai pusat industri nasional,” jelasnya, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Oleh karena itu, lanjut Hangga, panggilannya, pentingnya sinergi pusat dan daerah dalam mengakselerasi infrastruktur gas bumi di Jabar.
Fokus utama percepatan pengembangan infrastruktur gas bumi di Jawa Barat mencakup optimalisasi liquefied natural gas (LNG), compressed natural gas (CNG), pembangunan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG), dan penguatan jaringan pipa gas.
“Kelengkapan infrastruktur diperlukan untuk merespons lonjakan kebutuhan energi industri dan rumah tangga di wilayah dengan tingkat konsumsi tertinggi di Indonesia tersebut,” ujar Hangga saat bertemu Direktur Utama PT Migas Utama Jabar (Perseroda) Ghema Akbar C di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ghema menekankan urgensi pemanfaatan CNG sebagai solusi inovatif untuk menekan ketergantungan pada LPG.
Ia menjelaskan distribusi CNG melalui tabung merupakan langkah strategis untuk memberikan alternatif energi yang lebih ekonomis bagi sektor komersial dan rumah tangga di Jawa Barat.
Menurut Ghema, pemanfaatan sumber gas untuk domestik bukan hanya soal efisiensi biaya, melainkan upaya mewujudkan kedaulatan energi daerah, yang mandiri dan berkelanjutan.
Hangga menambahkan inisiatif perseroda itu sejalan dengan visi Astacita pemerintah pusat dalam mencapai swasembada energi.
Ia juga menegaskan Kementerian ESDM bersama SKK Migas memastikan aspek perizinan tidak menjadi hambatan bagi implementasi proyek.
Pertemuan juga membahas sinergi Migas Utama dan BUMN, PT Pertamina (Persero) untuk memperkuat rantai pasok energi dari hulu hingga hilir serta memastikan distribusi gas melalui jaringan pipa tetap andal dan stabil bagi masyarakat.
Dari sisi tata kelola, Ghema menegaskan komitmen MUJ menerapkan prinsip good corporate governance (GCG) di setiap tahapan pengembangan proyek.
Hangga menekankan profesionalisme BUMD adalah kunci dalam menjaga stabilitas pasokan energi di tengah dinamika geopolitik global.
“Melalui dukungan kebijakan yang tegas, model pengembangan infrastruktur gas di Jawa Barat ini diharapkan dapat menjadi percontohan nasional dalam mewujudkan kemandirian energi menuju visi Indonesia Emas 2045,” sebutnya.